Menu Close

Semangat para dosen STIKes Panti Waluya untuk melaksanakan tugas Tri Darma Perguruan Tinggi

Dikutip melalui NewMalangPos, MALANG-Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para dosen STIKes Panti Waluya untuk melaksanakan tugas Tri Darma Perguruan Tinggi. September 2020 lalu, satu kelompok besar dosen STIKes Panti Waluya melaksanakan tugas Pengabdian kepada masyarakat. Tempatnya di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang.

Dalam kegiatan pengbdian kali ini, para dosen berbagi pengetahuan kepada Kader Kesehatan Aktif di desa setempat. Kader kesehatan dianggap kelompok yang setiap hari menghadapi masalah kesehatan yang terjadi dalam masyarakat. Semua materi yang disampaikan dalam kegiatan ini yang belum pernah didapatkan sebelumnya oleh kader kesehatan. Sehingga penting untuk para kader kesehatan dalam menjalan tugasnya.

Yang pertama adalah Ns, Yafet Pradikatama P, M.Kep dan Ns, Ellia Ariesti, M.Kep. Mereka mengajarkan teori pembentukan Posyandu Sehat Jiwa. Yang kedua, Nanik Dwi Astutik, S.Kep.,Ns, M.Kes. Ia memberikan pendidikan kesehatan kepada kader kesehatan mengenai pengelolaan kesehatan mental pada lansia di masa pandemik Covid-19.

Yang ketiga adalah Wisoedhanie Widi SKM. M.Kes, memberikan pelatihan dan pemberdayaan kader lansia tentang aktifitas fisik dalam upaya optimalisasi fungsi kognitif bagi lansia. Dan yang terakhir adalah Wibowo, S.Kep.,Ns, M. Biomed dan Ani Riani H, S.Farm, M.Farm, Apt. Keduanya mengajarkan kader kesehatan untuk untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman bagi lansia dalam menghadapi New Normal.

Kepada New Malang Pos, Ns, Yafet Pradikatama P, M.Kep mengatakan, pengabdian masyarakat merupakan salah satu dari implementasi kesepakatan kerja sama antara STIKes Panti Waluya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan oleh para dosen ini juga atas sepengetahuan Puskesmas dan Bidan Desa yang membawahi kader kesehatan.

“Tambaksari merupakan desa binaan STIKes Panti Waluya dalam bidang kesehatan. Dan kami sudah menjalin kerjasama dengan Puskesmas Tajinan,” ungkapnya.

Pelatihan Posyandu Sehat Jiwa merupakan salah satu permintaan Puskesmas Tajinan kepada tim dosen. Sebab stigma negatif di tengah masyarakat tentang gangguan kejiwaan masih kuat. Sehingga perlu diberikan edukasi melalui kader kesehatan untuk meluruskan stigma tersebut.

“Tujuan kami untuk menghilangkan stigma tentang gangguan jiwa. Dan memberikan rasa optimis pada orang yang baru sembuh agar tidak kambuh lagi. Harapan kami dapat meningkatkan derajat kesehatan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),” ungkapnya.

Dalam materinya Yafet menjelaskan, ada tiga kategori masyarakat dalam kesehatan jiwa. Yaitu orang sehat, orang dalam masalah kejiwaan dan orang gangguan jiwa. Para kader kesehatan diharapkan dapat membedakan ketiganya. Selanjutnya dapat memberikan penanganan dan perlakuan yang tepat. “Sehingga bisa meminimalisir terjadinya gangguan jiwa,” imbuhnya.

Selain memberikan edukasi dengan materi tersebut, tim dosen juga melatih kader kesehatan tentang cara membuat hand sanitizer dan cairan disinfektan. Sekaligus memberikan bahan-bahan tersebut kepada kader kesehatan dan perangkat Desa Tambakasri.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinilai positif oleh pihak Puskesmas Tajinan beserta perangkat desa dan diharapkan ada kelanjutan untuk kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. (imm/sir/jon)

This function has been disabled for LPPM.